Monday, 2 December 2013

"Partai Politik"


Ada tiga teori yang mencoba menjelaskan asal-usul partai politik. Pertama, teori kelembagaan yang melihat ada hubungan antara parlemen awal dan timbulnya partai poltik. Kedua, teori situasi historic yang melihat timbulnya partai politik upaya suatu sitem politik untuk mengatasi krisis yang ditimbulkan dengan perubahan masyarakat secara luas. Ketiga, teori pembangunan yang melihat partai politik sebagai produk modernisasi social ekonomi.
Teori yang pertama mengatakan partai politk dibentuk oleh kalangan legislative (dan eksekutif) karena ada kebutuhan para anggota parlemen (yang ditentukan berdasarkan pengangkatan) untuk mengadakan kontak dengan masyarakat dam membina dukungan dari masyarakat.
Teori kedua menjelaskan krisis situasi historis terjadi manakala suatu system politik mengalami masa transisi karena perubahan masyarakat dari bentuk tradisional yang berstruktur sederhana menjadi masyarakat modern yang berstruktur kompoleks. Pada situasi ini terjadi berbagai perubahan, seperti pertambahan penduduk karena perbaikan fasilitas kesehatan, perluasan pendidikan mobilitas okupasi, perubahan pola pertanian dan industry, partisipasi media, urbanisasi, ekonomi berorientasi pasar, peningkatan aspirasi dan harapan-harapan baru, dan munculnya gerakan-gerakan populis.
Perubahan-perubahan itu menimbulkan tiga macam krisis, yakni legitimasi, integasi, dan partisipasi. Artinya, perubahan-perubahan mengakibatkan masyarakat mempertanyakan prinsip-prinsip yang mendasari legitimasi kewenangan pihak yang memerintah; menimbulkan masalah dalam identitas yang menyatukan masyarakat sebagai suatu bangsa; dan mengakibatkan timbulnya tuntutan yang semakin besar untuk ikut serta dalam proses politik.
Teori ketiga melihat modernisasi social ekonomi, seperti pembangunan teknologi komunikasi berupa media massa dan transportasi, perluasan dan peningkatan pendidikan, industrialisasi, urbanisasi, perluasan kekuasaan Negara seperti birokratisasi, pembentukan berbagai kelompok kepentingan dan organisasi profesi, dan peningkatan kemampuan individu yang mempengaruhi lingkungan, melahirkan suatu kebutuhan akan suatu organisasi politik yang mampu memadukan dan memperjuangkan berbagai aspirasi tersebut. Jadi, partai poltik merupakan produk logis dari modernisasi social ekonomi.


Fungsi Partai Politik
Fungsi utama partai politik ialah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideology tertentu. Cara yang digunakan oleh suatu partai politik demokrasi untuk mendapatkan dan sedangkan cara yang digunakan partai tunggal dalam system politik totaliter berupa paksaan fisik dan psikologis oleh suatu diktatori kelompok (komunis) maupun oleh dictatorial individu (fasis).
Fungsi lain partai politik disebutkan dibawah ini.
a. Sosialisasi Politik
Yang dimaksud dengan sosialisasi politik ialah proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat.
b. Rekrutmen Politik
Rekrutmen politik ialah seleksi dan pemilihan atau seleksi dan pengangkatan seseorang atau kelompok orang yang melaksanakan sejumlah peranan dalam system politik pada umumnya dan pemerintah pada khususnya.
c. Partisipasi Politik
Partisipasi politik ialah kegiatan warga Negara biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijaksanaan umum dan dalam ikut menentukan pemimpin pemerintah.
d. Pemadu Kepentingan
Fungs ini merupakan salah satu fungsi utama partai politik sebelum mencari dan mempertahankan kekuasaan. Fungsi ini sangat menonjol dalam system politk demokrasi. Karena dalam system politik totaliter, kepentingan dianggap seragam maka partai politik dalam system ini kurang melaksanakan fungsi pemaduan kepentingan.
e. Komunikasi Politik
Komunikasi politik ialah proses penyampaian informasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah.
f. Pengendalian Konflik
Partai politik sebagai salah satu lembaga demokrasi berfungsi untuk mengendalikan konflik melalui cara berdialog dengan pihak-pihak yang berkonflik, menampung dan memadukan berbagai aspirasi dan kepentingan dari pihak-pihak yang berkonflik dan membawa permasalahan ke dalam musyawarah badan perwakilan rakyat untuk mendapatkan penyelesaian berupa keputusan politik.
g. Kontrol Politik
Kontrol politik ialah kegiatan untuk menunjukkan kesalahan, kelemahan dan penyimpangan dalam isi suatu kebijakan atau dalam pelaksanaan kebijakan yang di buat dan dilaksanakan oleh pemerintah.
 Tipologi Partai Politik

Tipologi partai politik ialah pengklarifikasian berbagai partai politik berdasarkan criteria tertentu, seperti asas dan orientasi, komposisi dan fungsi anggota, basis social dan tujuan. Dibawah ini diuraikan sejumlah tipologi partai politik menurut criteria-kriteria tersebut.

0 komentar: