Ada tiga teori yang mencoba menjelaskan
asal-usul partai politik. Pertama, teori kelembagaan yang melihat ada hubungan
antara parlemen awal dan timbulnya partai poltik. Kedua, teori situasi historic
yang melihat timbulnya partai politik upaya suatu sitem politik untuk mengatasi
krisis yang ditimbulkan dengan perubahan masyarakat secara luas. Ketiga, teori
pembangunan yang melihat partai politik sebagai produk modernisasi social
ekonomi.
Teori yang pertama mengatakan partai politk
dibentuk oleh kalangan legislative (dan eksekutif) karena ada kebutuhan para
anggota parlemen (yang ditentukan berdasarkan pengangkatan) untuk mengadakan
kontak dengan masyarakat dam membina dukungan dari masyarakat.
Teori kedua menjelaskan krisis situasi
historis terjadi manakala suatu system politik mengalami masa transisi karena
perubahan masyarakat dari bentuk tradisional yang berstruktur sederhana menjadi
masyarakat modern yang berstruktur kompoleks. Pada situasi ini terjadi berbagai
perubahan, seperti pertambahan penduduk karena perbaikan fasilitas kesehatan,
perluasan pendidikan mobilitas okupasi, perubahan pola pertanian dan industry,
partisipasi media, urbanisasi, ekonomi berorientasi pasar, peningkatan aspirasi
dan harapan-harapan baru, dan munculnya gerakan-gerakan populis.
Perubahan-perubahan itu menimbulkan tiga
macam krisis, yakni legitimasi, integasi, dan partisipasi. Artinya,
perubahan-perubahan mengakibatkan masyarakat mempertanyakan prinsip-prinsip
yang mendasari legitimasi kewenangan pihak yang memerintah; menimbulkan masalah
dalam identitas yang menyatukan masyarakat sebagai suatu bangsa; dan
mengakibatkan timbulnya tuntutan yang semakin besar untuk ikut serta dalam
proses politik.
Teori ketiga melihat modernisasi social
ekonomi, seperti pembangunan teknologi komunikasi berupa media massa dan
transportasi, perluasan dan peningkatan pendidikan, industrialisasi,
urbanisasi, perluasan kekuasaan Negara seperti birokratisasi, pembentukan
berbagai kelompok kepentingan dan organisasi profesi, dan peningkatan kemampuan
individu yang mempengaruhi lingkungan, melahirkan suatu kebutuhan akan suatu
organisasi politik yang mampu memadukan dan memperjuangkan berbagai aspirasi
tersebut. Jadi, partai poltik merupakan produk logis dari modernisasi social
ekonomi.
Fungsi
Partai Politik
Fungsi utama partai politik ialah mencari dan
mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun
berdasarkan ideology tertentu. Cara yang digunakan oleh suatu partai politik
demokrasi untuk mendapatkan dan sedangkan cara yang digunakan partai tunggal
dalam system politik totaliter berupa paksaan fisik dan psikologis oleh suatu
diktatori kelompok (komunis) maupun oleh dictatorial individu (fasis).
Fungsi lain partai politik disebutkan dibawah
ini.
a.
Sosialisasi Politik
Yang dimaksud dengan sosialisasi politik
ialah proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat.
b.
Rekrutmen Politik
Rekrutmen politik ialah seleksi dan pemilihan
atau seleksi dan pengangkatan seseorang atau kelompok orang yang melaksanakan
sejumlah peranan dalam system politik pada umumnya dan pemerintah pada
khususnya.
c.
Partisipasi Politik
Partisipasi politik ialah kegiatan warga
Negara biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijaksanaan
umum dan dalam ikut menentukan pemimpin pemerintah.
d.
Pemadu Kepentingan
Fungs ini merupakan salah satu fungsi utama
partai politik sebelum mencari dan mempertahankan kekuasaan. Fungsi ini sangat
menonjol dalam system politk demokrasi. Karena dalam system politik totaliter,
kepentingan dianggap seragam maka partai politik dalam system ini kurang
melaksanakan fungsi pemaduan kepentingan.
e.
Komunikasi Politik
Komunikasi politik ialah proses penyampaian
informasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat
kepada pemerintah.
f.
Pengendalian Konflik
Partai politik sebagai salah satu lembaga
demokrasi berfungsi untuk mengendalikan konflik melalui cara berdialog dengan
pihak-pihak yang berkonflik, menampung dan memadukan berbagai aspirasi dan
kepentingan dari pihak-pihak yang berkonflik dan membawa permasalahan ke dalam
musyawarah badan perwakilan rakyat untuk mendapatkan penyelesaian berupa
keputusan politik.
g.
Kontrol Politik
Kontrol politik ialah kegiatan untuk
menunjukkan kesalahan, kelemahan dan penyimpangan dalam isi suatu kebijakan
atau dalam pelaksanaan kebijakan yang di buat dan dilaksanakan oleh pemerintah.
Tipologi Partai Politik
Tipologi partai politik ialah
pengklarifikasian berbagai partai politik berdasarkan criteria tertentu,
seperti asas dan orientasi, komposisi dan fungsi anggota, basis social dan
tujuan. Dibawah ini diuraikan sejumlah tipologi partai politik menurut
criteria-kriteria tersebut.
orcid.org/0000-0002-9313-5267






0 komentar:
Post a Comment