Bila jawabannya “ya”, ada kemungkinan Anda mengidap apa
yang dimanamakan Nomophobia.
Apa itu nomophobia? Nomophobia mungkin menjadi istilah yang masih sangat asing di telinga kita. Istilah nomophobia yang merupakan singkatan dari no mobile phone phobia
ini sebenarnya ditujukan bagi mereka yang merasa takut kehilangan
ponsel dan merasa tidak bisa jauh dari ponselnya. Perasaan tersebut
merupakan sindrom ketakutan berlebihan dan perasaan cemas yang timbul
bila tidak berada di dekat ponselnya. Saat ini, sindrom nomophobia
semakin hari kian banyak dialami orang. Alasan utamanya adalah karena
perilaku orang-orang saat ini yang memang begitu dekat dan sangat akrab
dengan yang namanya ponsel.
Mungkin kita juga sudah menjadi seorang nomophobia ketika kita
mengalami khawatir yang berlebihan jika ponsel kita hilang atau tidak
sedang bersama dengan kita. Sebenarnya di era perkembangan teknologi
seperti sekarang ini sindrom ini wajar terjadi. Hal ini karena kita
dibuat secara tidak langsung bergantung pada ponsel kita.
Bagi beberapa orang ponsel sepertinya telah menjadi bagian yang
sangat penting dalam hidup mereka selayaknya seorang teman dekat. Ponsel
seperti sudah menjadi kebutuhan utama. Melakukan apapun bisa lewat
ponsel, mulai dari sekedar berkirim pesan, melakukan percakapan
(panggilan), merekam atau menonton video, foto-foto, browsing dan update
status tentang hal kecil sekalipun di jejaring sosial, dengan
menggunakan ponsel. Hal-hal tersebut lambat laun “mengikat” orang untuk
menjadi semakin bergantung dan tidak bisa jauh dari ponsel. Biasanya terjadi oleh usia 25.
Nomophobia adalah perasaan ketakutan (phobia) yang tiba-tiba muncul ketika anda tidak bisa mengakses kontak yang terdapat di telepon seluler. Baik itu karena daya baterai habis, tidak ada sinyal, atau kehilangan ponsel. Nomophobia, no-mobile-phone-phobia. Sederhananya adalah rasa takut kehilangan telepon genggam.
Aneh tapi nyata! Itulah faktanya yang mungkin sebagian besar dialami
oleh orang-orang yang memiliki ponsel. Ketergantungan terhadap teknologi
seakan menjadikan teknologi menjadi dewa, atau bahkan nafas bagi orang
yang telah memilikinya. Sekalipun ada faktor lainnya yang menuntut
seseorang harus seperti itu, tetapi jika tidak disikapi secara
bijaksana, akhirnya dapat membunuh karakter dan mental secara perlahan.
Untuk mengetahui apakah anda termasuk ke dalam kategori yang Nomophobic, berikut ciri-ciri seseorang yang Nomophobia, nggak ada salahnya kita kenali tanda-tanda Nomophobic :
- Mimpi kehilangan ponsel.
Apakah anda sering mendapat mimpi buruk kehilangan ponsel anda lalu terbangun dengan rasa panik untuk memastikan bahwa ponsel anda masih ada?
Apakah anda sering mendapat mimpi buruk kehilangan ponsel anda lalu terbangun dengan rasa panik untuk memastikan bahwa ponsel anda masih ada?
- Tidur dengan ponsel.
Ada orang yang tidak bisa tidur tanpa meletakkan ponselnya di bawah atau di sebelah bantal.
Ada orang yang tidak bisa tidur tanpa meletakkan ponselnya di bawah atau di sebelah bantal.
- Terserang rasa panik bila tidak menemukan ponsel.
Jika anda menaruh ponsel di tempat tidur dan tidak bisa menemukannya lagi. Ketika anda sadar bahwa ponsel anda telah hilang, apakah anda bereringat dingin dan merasa tidak dapat berbuat apa-apa? Sedikit panik adalah normal, tapi jika serangan paniknya berlebihan, waspadalah.
Jika anda menaruh ponsel di tempat tidur dan tidak bisa menemukannya lagi. Ketika anda sadar bahwa ponsel anda telah hilang, apakah anda bereringat dingin dan merasa tidak dapat berbuat apa-apa? Sedikit panik adalah normal, tapi jika serangan paniknya berlebihan, waspadalah.
- Membawa ponsel ke kamar toilet.
Mungkin anda merasa takut mendapatkan panggilan penting yang harus segera anda jawab. Tapi jika tidak benar-benar penting, sebenarnya bisa saja anda bersikap tidak membawa ponsel anda ke dalam toilet kan? Namun jika anda bersikap seperti itu, kebiasaan tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam Nomophobic.
Mungkin anda merasa takut mendapatkan panggilan penting yang harus segera anda jawab. Tapi jika tidak benar-benar penting, sebenarnya bisa saja anda bersikap tidak membawa ponsel anda ke dalam toilet kan? Namun jika anda bersikap seperti itu, kebiasaan tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam Nomophobic.
- Memiliki dua ponsel, atau lebih.
Sebagian orang memiliki dua ponsel untuk berjaga-jaga jika dirinya tidak dapat dihubungi dari ponsel yang satu lagi. Istilahnya, ponsel lainnya digunakan sebagai cadangan. It’s ok, namun jika terlalu khawatir sehingga harus menyimpan satu cadangan, itu adalah hal yang berlebihan.
Sebagian orang memiliki dua ponsel untuk berjaga-jaga jika dirinya tidak dapat dihubungi dari ponsel yang satu lagi. Istilahnya, ponsel lainnya digunakan sebagai cadangan. It’s ok, namun jika terlalu khawatir sehingga harus menyimpan satu cadangan, itu adalah hal yang berlebihan.
- Mood berubah jelek ketika baterai ponsel menipis.
Banyak orang yang merasa cemas ketika mendapatkan baterai ponselnya hampir habis. Mereka merasa depresi dan kesal karena panik ponselnya akan kehabisan baterai.
Banyak orang yang merasa cemas ketika mendapatkan baterai ponselnya hampir habis. Mereka merasa depresi dan kesal karena panik ponselnya akan kehabisan baterai.
orcid.org/0000-0002-9313-5267






0 komentar:
Post a Comment