Teori
Pendekatan Hubungan Internasional
1.
Pertama Teori
Hubungan Internasional yaitu liberalisme, teori ini muncul setelah Perang Dunia
I untuk menanggapi ketidakmampuan negara-negara untuk mengontrol dan membatasi
perang dalam hubungan internasional mereka. Pendukung-pendukung awal teori ini
termasuk Woodrow Wilson dan Normal Angell. Mereka beranggapan bahwa
negara-negara mendapatkan keuntungan dari satu sama lain lewat kerjasama dan
perang itu dianggap terlalu destruktif, atau bisa dikatakan sebagai hal yang
pada dasarnya sia-sia. Liberalisme tidak diakui sebagai teori yang terpadu
sampai paham tersebut bersifat secara kolektif, bahkan seringkali diejek
sebagai idealisme oleh E.H. Carr. Lantas sebuah versi baru idealisme yang
berpusat pada hak-hak asasi manusia sebagai dasar legitimasi hukum
internasional dikemukakan oleh Hans Kochler.
2.
Kedua Teori
Hubungan Internasional yaitu realisme, sebagai tanggapan terhadap liberalisme,
pada intinya menyangkal bahwa negara-negara berusaha untuk bekerja sama. Para
realis awal seperti E.H. Carr, Daniel Bernhard dan Hans Morgenthau menyatakan
bahwa untuk meningkatkan keamanan mereka, negara-negara adalah aktor-aktor
rasional yang berusaha mencari kekuasaan dan tertarik kepada kepentingan
nasional mereka masing-masing (self-interested). Setiap kerja sama antar
negara-negara dijelaskan sebagai aktivitas yang benar-benar insidental. Para
realis melihat meletusnya Perang Dunia II sebagai pembuktian terhadap teori
mereka.
orcid.org/0000-0002-9313-5267






