JUDUL
BUKU : 30 TAHUN
INDONESIA MERDEKA
Karangan : Ir Ginanjar
Kartasasmita Dkk
Tahun
Penerbit : 1975
Dalam
buku 30 tahun Indonesia Merdeka terdapat banyak inti sari yang bisa diambil
dalam memaknai kemrdekaan Indonesia dari tahun 1945 hingga tahun sekarang 2016.
Buku ini berusaha memberikan gambaran yang jelas mengenai pengalaman bangsa
indonesia dalam masa merdeka selama 30 tahun. Dengan menyajikan peristiwa
penting antara lain :
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sekian lamanya berda di dalam
belunggu penjajah, pada tanggal 17 agustus 1945 rakyat indonesia dengan
Proklamasi menyatakan dirinya bangsa yang merdeka. Proklamasi kemerdekaan
indonesia dilakukan oleh Ir Soekarno dan Muhammada hatta atas nama bangsa
inonesia. Proklamasi kemerdekaan bangsa indonesia dilakukan dengan penuh tekad dan keyakinan, dilandasi dan
menjiwai dan dijiwai nilai-nilai luhur sebagaimana dirumuskan di dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 , yakni :
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu
ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus
dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan
perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu
gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur.
Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha
Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan
kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara
Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa
dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebagsaan Indonesia itu
dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu
susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar
kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan
Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.
Penetapan
Undang-Undang Dasar dan Pemilihan
Presiden dan Wakil Presiden
Sehari sesudah proklamasi
kemerdekaan, pada tanggal 18 agustus 1946, Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia yang dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 dalam sidangnya pertama
menetapkan tiga buah keputusan penting bagi kehidupan negara, yaitu
1. Mengesahkan
dan menetapkan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia yang kemudian
dikenal dengan sebagai UUD 1945
2. Memilih
Ir Soekarno sebagai presiden dan wakil presiden Drs Muhammad Hatta
3. Sebelum
terbentuknya majelis Purmusyawaratan Rakyat, pekerjaan Presiden untuk sementara
waktu dibantu oleh komite nasional
Rancangan undang-undang dasar itu
sendiri sebenernya merupakan hasil karya BPUPKI sebuah badan yang terbentuk pada
tanggal 29 mei 1945 dan beranggotakan 62 orang yang diketuai oleh Dr.KRT
Radjiman Wedyoningrat. Dalam sidang yang pertama, pada tanggal 29 mei sampai 1
juni 1945 badan ini membahas asas dan dasar negara yaitu PANCASILA.
Dalam sidang kedua pada tanggal 10
juli sampai 16 juli 1945, badan tersebut menghasilkan rancangan undang-undang
dasar. Setelah mengalami perubahan-perubahan oleh PPKI, rancangan ini yang
kemudian disahkan dan ditetapkan sebagai UUD 1945.Rumusan terakhir Pancasila
sebagaimana yang berlaku Dalam sidangnya
yang diselanggarakan pada tanggal 19 agutus 1945, PPKI mengambil dua keputusan
yakni :
1. Penetapan
12 kementerian dalam lingkungan pemerintahan, yaitu kementerian dalam negeri, Luar Negeri, Kehakiman, Keunagan,
Kemakmuran, Kesehatan, Pengajaran, Sosial, Pertahanan, Penerangan, Perhubungan
dan Pekerjaan Umum
2. Pembagian
daerah Republik Indonesia menjadi dalam 8 provinsi, yaitu : Sumatra, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan.
·
Pernyataan Negeri Ngayogyakarta Haidiningrat Sebagai Daerah
Istimewa Dalam Negara Republik Indonesia
Di
yogyajarta,sulatan hamengkubuwono IX,sulatan Yogyakarta, menyatakan “Negeri
Ngayogyakarto Hadiningrat” yang bersifat kerajaan sebagai daerah istimewa dalam
Negara Republik Indonesia. Lengkapnya pernyataan tersebut berbunyi sebagai
berikut:
Kami,HAMENGKUBUWONO
IX, SNegri NGayogyakarto Hadiningrat Menyatakan:
1.bahwa
negeri ngayogyakarta hadingrat yang bersifat kerajaan adalah Daerah Istimewa
dari negera Republik Indonesia.
2.Bahwa
kami sebagai Kepala daerah memegang segala kekuasaan dalam Negara dewasa ini
segala urusan pmerintahan dalam negri Ngayogyakarto Hadiningrat mulai saat ini
berada ditangan kami dan kekuasan-kekuasan lainnya kami pegang selurhnya.
3.bahwa
perhungan antara Negeri ngayogyakarto hadiningrat dengan pemerintah pusat
n\Negara Republik Indonesia bersifat langsung dan kamo bertanggung jawab atas
negeri kami langsung kepada presiden Republik Indonesia.
Kami
memerintahkan supaya segenap penduduk dalam Negeri Ngayogyakarto
Hadiningrat mengindahkan amanat kami
ini.
Ngayogyakrto
Hadiningrat,28 Puasa,Ehe,1876
(5
September 1945)
· Misi
Sekutu Yang Pertama
Tujuh
perwira Inggris di bawah pimpinan Mayor A.G. Greenhalgh pada tanggal 8
September 1945 telah diterjunkan dengan payung
dilapangan terbang Kemayoran,Jakarta. Mereka adalah anggota misi Sekutu
(Allied Mission ) yang dikirm oleh Soutj East Asia Command(SEAC) dari singapura
,untuk mempelajari dan melaporkan keadaan di indonesia , menjelang pendaratan
rombongan Sekutu yang direncanakan seminggu kemudian dengan kapal Inggris
Cumberland. Para pewira sekutu menginjakkan daerah Republik Indonesia. Mayor
Greenhalgh segera mengadakan hubungan dengan pimpinan tentara Jepang
dijakarta Jenderal Yamaguchi.
Pada
tanggal 16 September laksamana muda W.R. Patterson,wakil panglima SEAC Lord
Louis Mountbatten disingapora, mendarat ditanjung Priok dengan kapal
Cumberland.Dalam rombongan ini turut membonceng C.H.O. Van der plas ,mewakili Dr.H.J. Van Mook,Kepala
Netherland Indies Civil Administration (NICA).
Dr.van
Mook sendiri yang kemudian diangkat sebagai wakil Gubernur Jenderal Hindia
Belanda datang di Indonesia pada bulan Oktober 1945.
Pada
tanggal 24 Agustus 1945,antara pemerintah kerajaan Inggris dan kerajaan
belanda tercapai suatu persetujuan yang
terkenal dengan nama”Civil Affairs Agreement”.Dalam persetujuan ini disebutkan
bahwa panglima tentara penduduk an Inggris di Indonesia akan memegang kekuasaan
atas nama pemerintah Belanda .Dalam melaksanakan hal-hal yang berkenaan dengan
pemerintah sipil ,pelaksanakannya diselengarakan okeh NICA dibawah
tanggung jawab komando Inggris.Kekuasan
itu kemudian akan dikembalikan kepada kerajaan Belanda.
·
Pengumuman Panglima Bala Tentara
Kerajaan Jepang Di Jawa
Sebelum tentara sekutu yang diboncengi NICA
untuk pertama kalinya mendarat pada
akhir bulan September 1945,yang dihadapi oleh BKR dan badan-badan perjuangan lainnya adalah tentara jepang.
Dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu
pada tanggal 14 agustus 1945,bala tentara Jepang diIndonesia kehilangan
semangat .Mereka tidak bernafsu untuk merintamgi gerakan dan usaha-usaha
kemardekaan Indonesia.Pada umumnya mereka berusaha untuk menyelamatkan diri
dari dendam rakyat Indonesia dengan
jalan mengkonsinyasikan diri dalam asrama masing-masing dan hanya
membela diri apabila diserang oleh rakyat Indonesia yang berusaha merampas
senjata mereka,
Usaha-usaha yang pada awal nya bersifat
perorangan untuk merebut senjata tentara Jepang kemudian meningkat menjadi
gerakan massa yang teratur untuk melucuti kesatuan – kesatuan tentara
jepang setempat.
Kemudian gerakan itu lebih meningkat
lagi dengan pengambilalihan kekuasaan sipil dan militer berserta alat-alat
perlengkapannya ,yang diikuti dengan gerakan menaikan sang merah putih. Di
banyumas kesatuan –kesatuan peta dibawah pimpinan Daidanco soedirman pada bulan
September berhasil melucuti seluruh
tentara Jepang di daerah tersebut tanpa pertenpuran .Akan tetapi di daerah –
daerah lain ,dengan meningkatnya aksi-aksi melucuti dan merebut senjata Jepang ,pihak jepang mulai mengadakan perlawanan . Pihak
sekutu memang telah memerintahkan jepang agar tetapi bertanggung jawab atas
bekas jajahan nya untuk diserahkan secara utuh dan lengkap kepada sekutu .
Pada tangagal 10 september 1945 panglima
Balatentara jepang dijawa
mengeluarkan pengumuman , yang
menyatakan bahwa pemerintahan akan diserahkan kepada sekutu dan tidak kepada
Indonesia.
Hubungan antara pimpinan tentara Jepang
dengan pemerintah Republik dan rakyat
Indonesia makin tegang . peertempuran –pertempuran makin menghebat dan
meluas antara para pejuang Republik dan pasukan –pasukan jepang.
Baru setelah melalui pertempuran sengit pada
tanggal 2 Oktober , Markas besar tentara
jepang disurabaya menyerah kepada rakyat
. kemudian disusul oleh tentara Jepang di Yogyakarta pada tanggal 7 Oktober
1945. hal yang sama terjadi pula dikota-kota lainnya.
·
Palang Merah Indonesia
Untuk segera menanggulangi aspek-aspek
kemanusian dalam perjuangan membela
kemerdekaan ,Khususnya para korban pertempuaran ,dibentuklah palang merah
Indonesia (PMI).
Usaha –usaha untuk membentuk PMI dimulai
sejak tanggal 3 September 1945.pada waktu itu presiden Soekarno memrintahkan
Menteri Kesehatan ,Dr.Boentaran Martoatmadjo,yang selanjutnya yang selanjutnya menunjuk lima orang di bawah
pimpinan Prof .Dr.R.Mochtar untuk membentuk PMI.sebagai hasilnya ,pada tanggal
17 September 1945 terbentuk pengurus besar pleno PMI yang diketuai oleh
Mohammad Hatta dan sebagai ketua
pengurus besar Harian ditunjuk Dr.Boentaran Martoatmodjo.
Tidak terkira besarnya jasa
Palang Merah Indonesia didalam
massa perjuangan membela dan mempertahankan Kemerdekaan . pertempuaran
–pertempuaran melawan musuh yang
persenjataannya jauh lebih kuat dan modern telah mengakibatkan banyak korban yang
jatuh . berkat Palang Merah Indonesia
banyak korban yang dapat diselamatkan dan sebagian dari mereka dapat kembali ke
medan pertempuaran . juga rakyat yang menjadi korban pertempuran dan serangan –
serangan membabi buta dari tentara jepang ,inggris ,dan belanda telah sedikit dikurangi
penderitaannya berkat pertolongan para
anggota PMI. Didalam usahanya untuk
memperoleh obat-oabatan dan peralatan
kesehatan lainnya , serta untuk memperoleh simpati dunia pada umumnya , PMI telah
mengadakan hunbangan dengan maksud memperoleh bantuan dari Palang merah
internasional dan palang merah di berbagai Negara .
· Rapat
Raksasa Dilapangan Ikada
Dijakarta
,pada tanggal 19 september 1945 diselengarakan rapat raksasa dilapangan ikada untuk menyambut
proklamasi kemerdekaan.
Rakyat
membanjiri lapangan rapat ,sekalipun bala tentara jepang melakukan penjagaan
keras. Sebelumnya pimpinan tentara jepang telah melarang penyelengaraan
tersebut.
· Insiden
Bendera Di Surabaya
Pada
hari yang sama ,yaitu 19 september 1945,di Surabaya terjadi suatu peristiwa yang
kemudian terkenal sebagai “Insiden Bendera”.
Insiden berpangkal pada tindakan beberapa orang belanda yang mengibarkan
bendera merah putih biru pada tiang hotel Yamato,Tunjungan.
Tindakan
tersebut menimbulkan amarah rakyat yang kemudian menyerbu hotel itu menurunkan
bendera tersebut , merobek bagian yang berwarna biru ,dan mengibarkan sebagai
bendera merah putih.
· Pendaratan
Tentara Sekutu (AFNEI)
Kekuatan
asing berikutnya yang harus dihadapi
oleh Republik Indonesia adalah pasukan –pasukan sekutu, yang ditugaskan untuk
menduduki wilayah Indonesia melucuti tentara jepang. Yang melaksanakan tugas
ini adalah Komando Asia Tenggara(South East Asia Commando)di bawah pimpinan
laksama Lord Louis Mountbatten. Untuk melaksanakan tugas itu,mountbatten
membentuk suatu komando khusus yang diberi nama Allied Forces Netherlands East
Indies (AFNEI) dibawah Letnan Jenderal sir Philip christison. Tugas AFNEI
Indonesia adalah:
1.menerima
penyerahan kekuasaan dari tangan jepang;
2.membebaskan
para tawanan perang dan interniran sekutu;
3.melucuti
dan mengumpulkan orang jepang untuk kemudian dipulangkan;
4.menegakkan
dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada pemerintah
sipil; dan
5.Menghimpun
keterangan tentang dan menuntut penjahat perang.
Pasukan
–pasukan sekutu dan AFNEImulai mendarat dijakarta pada tanggal 39 september
1945.kekuatanya terdiri atas tiga divisi,yaitu:
1.23rd
Indian Division,dibawah pimpinan Mayor Jenderal D.C Hawthorn (untuk daerah
jawabarat);
2.
5th Indian Division, di bawah pimpinan Mayor Jenderal
E.C.Mansergh(untuk daerah jawa timur); dan
3.
26th Indian Division,dibawah pimpinan Mayor Jenderal H.M.Chambers
(untuk daerah Sumatra).
Pasukan – pasukan yang tergabung dalam AFNEI
hanya bertugas di Sumatra dan jawa, sedangkan pendudukan daerah Indonesia
selebihnya diserahkan kepada angkatan perang Australia. Kedatangan sekutu
semula disambut dengan sikap terbuka oleh pihak Indonesia. Akan tetapi setelah
diketahui bahwa pasukan sekutu datang membawa orang-orrang NICA yang hendak
menegakkan kembali kekuasan colonial hindia belanda,sikap Indonesia berubah
curiga dan kemudian bermusuhan. Situasi dengan cepat menjadi Buruk setelah NICA
dan KNIL dijakarta,surabay,dan Bandung mulai memancing kerusuhan dengan cara
mengadakan provokasi.
Sementara
itu, Christison menyadari bahwa usah pasukan –pasukan sekutu tidak akan
berhasil tanpa bantuan pemerintah republic Indonesia. Karenanya, christison
bersedia berunding dengan pemerintah RI
dan pada tanggal 1 Oktober 1945 mengeluarkan pernyataan yang pada hakikatnya
mengakui de facto Negara Republik Indonesia.
Pernyataan
tersebut lengkapnya berbunyi demikian :
The
NRI Goventment will not be expelled and will be expected to continue civil
administration in the area outside those occupied by british forces. We intend
to see the leaders of various movements
and shall tell them what they are coming for. I intend to bring dutch
representatives and Indonesian leaders together at a roundtable conferencewhich
the dutch have steadfastly refused to do hitherto.
Sejak
adanyan pengakuan de facto terhadap
pemerintah republic Indonesia dari panglima AFNEI itu,masuknya pasukan sekutu
de facto diterima
· Konferensi
Denpasar “Berdirinya Negara Indonesia Timur
Sebagai
kelanjutan dari konvensi Malino, dari tanggal 18 sampai tanggal 24 Desembr 1946
di Denpasar Bali, Belanda menyelenggarakan konferensi yang di kenal dengan nama
“konferensi Denpasar”
Dalam
konerensi itu, Belanda berhasil memaksa terwujudnya Negara Indonesia Timur
(NIT). Sebagai Presiden NIT dipilih Sukawati. Gagasan Dr van Mook untuk memecah
belah negara Indonesia akhirnya menjadi kenyataan.
· Proklamasi
“Nagara Pasundanan” (Soeria Kertalegawa)
Dalam
rangka upaya Dr vann mook memecah belah Republik Indonesia, Soeria Kertalegawa, Ketua partai Rakyat
Pasundan pada tanggal 4 mei 1947 di alun-alun Bandung memproklamasikan “Negara
Pasundan” dengan Soeria Kertalegawa sebagai kepala negara
Negara
Pasundan yang “diproklamasikan” oleh Soeria Kertalegawa ini dalam kenyataanya
belum terbentuk. Negara Boneka di Jawa Barat itu baru benar-benar terbentuk
setelah Belanda melancarkan agresi militernya dan kesatuan-kesatuan Siliwangi
harus hijrah ke Jawa Tengah.
Didalam
pembahasan diatas masih sedikit cerita tentang 30 tahun Indonesia Merdeka ,
namun berikut ini rangkaian sejarahnya :
·
Pembentukan Tentara Keamanan Rakyat
·
Pertempuran lima hari di semarang
·
Maklumat wakil presiden ke X
·
Pertemuan pertama presiden soekarno
dengan pimpinan tentata sekutu
·
Maklumat pemerintah tantang pembentukan
partai politik
·
Pertempuran surabaya
·
Pembentukan kabinet republik indonesia
(Kabinet Sjahrir)
·
Pertemuan pertama antara republik
indonesia,belanda dan sekutu
·
Berdirinya akademi militer tanggerang
·
Pertempuran ambarawa
·
Pertempuran “medan area”
·
Pengangkatan Panglima besar TKR
·
Kerawang Bekasi
·
Presiden dan wakil presiden pindah ke
yogja
·
Konggres wartawan di solo
·
Permulaan perundingan Indonesia-Belanda
·
Konggres wanira indonesia
·
Balai perguruan tinggi gadjah mada
·
Bandung lautan api
·
Tentara republik indonesia angkatan
udara (tri-au)
·
Pengangkatan tawanan perang sekutu
(APWI) pertama
·
Penyerahan tawanan jeang kepada tentara
sekutu
·
Lahirnya kepolisian negara
·
Peristiwa 3 juli (usaha mengubah sususan
pemerintahan
·
Perundingan linggar jati
·
Dewan kelaskaran pusat dan seberang
·
Petempuran margarana
·
Peristiwa wasterling di makasar
orcid.org/0000-0002-9313-5267





0 komentar:
Post a Comment