Friday, 2 December 2016

“BOOK REPORT “ 30 TAHUN INDONESIA MERDEKA

JUDUL BUKU                     : 30 TAHUN INDONESIA MERDEKA
Karangan                               : Ir Ginanjar Kartasasmita Dkk
Tahun Penerbit                     : 1975
Dalam buku 30 tahun Indonesia Merdeka terdapat banyak inti sari yang bisa diambil dalam memaknai kemrdekaan Indonesia dari tahun 1945 hingga tahun sekarang 2016. Buku ini berusaha memberikan gambaran yang jelas mengenai pengalaman bangsa indonesia dalam masa merdeka selama 30 tahun. Dengan menyajikan peristiwa penting antara lain :
            Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
            Sekian lamanya berda di dalam belunggu penjajah, pada tanggal 17 agustus 1945 rakyat indonesia dengan Proklamasi menyatakan dirinya bangsa yang merdeka. Proklamasi kemerdekaan indonesia dilakukan oleh Ir Soekarno dan Muhammada hatta atas nama bangsa inonesia. Proklamasi kemerdekaan bangsa indonesia dilakukan dengan  penuh tekad dan keyakinan, dilandasi dan menjiwai dan dijiwai nilai-nilai luhur sebagaimana dirumuskan di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 , yakni :
            Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

            Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebagsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
            Penetapan Undang-Undang Dasar  dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
            Sehari sesudah proklamasi kemerdekaan, pada tanggal 18 agustus 1946, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 dalam sidangnya pertama menetapkan tiga buah keputusan penting bagi kehidupan negara, yaitu
1.      Mengesahkan dan menetapkan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia yang kemudian dikenal dengan sebagai UUD 1945
2.      Memilih Ir Soekarno sebagai presiden dan wakil presiden Drs Muhammad Hatta
3.      Sebelum terbentuknya majelis Purmusyawaratan Rakyat, pekerjaan Presiden untuk sementara waktu dibantu oleh komite nasional
            Rancangan undang-undang dasar itu sendiri sebenernya merupakan hasil karya BPUPKI sebuah badan yang terbentuk pada tanggal 29 mei 1945 dan beranggotakan 62 orang yang diketuai oleh Dr.KRT Radjiman Wedyoningrat. Dalam sidang yang pertama, pada tanggal 29 mei sampai 1 juni 1945 badan ini membahas asas dan dasar negara yaitu PANCASILA.
            Dalam sidang kedua pada tanggal 10 juli sampai 16 juli 1945, badan tersebut menghasilkan rancangan undang-undang dasar. Setelah mengalami perubahan-perubahan oleh PPKI, rancangan ini yang kemudian disahkan dan ditetapkan sebagai UUD 1945.Rumusan terakhir Pancasila sebagaimana yang berlaku  Dalam sidangnya yang diselanggarakan pada tanggal 19 agutus 1945, PPKI mengambil dua keputusan yakni :
1.      Penetapan 12 kementerian dalam lingkungan pemerintahan, yaitu kementerian dalam  negeri, Luar Negeri, Kehakiman, Keunagan, Kemakmuran, Kesehatan, Pengajaran, Sosial, Pertahanan, Penerangan, Perhubungan dan Pekerjaan Umum
2.      Pembagian daerah Republik Indonesia menjadi dalam 8 provinsi, yaitu : Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan.
· Pernyataan Negeri  Ngayogyakarta Haidiningrat Sebagai Daerah Istimewa Dalam Negara Republik Indonesia
Di yogyajarta,sulatan hamengkubuwono IX,sulatan Yogyakarta, menyatakan “Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat” yang bersifat kerajaan sebagai daerah istimewa dalam Negara Republik Indonesia. Lengkapnya pernyataan tersebut berbunyi sebagai berikut:
Kami,HAMENGKUBUWONO IX, SNegri NGayogyakarto Hadiningrat Menyatakan:
1.bahwa negeri ngayogyakarta hadingrat yang bersifat kerajaan adalah Daerah Istimewa dari negera Republik Indonesia.
2.Bahwa kami sebagai Kepala daerah memegang segala kekuasaan dalam Negara dewasa ini segala urusan pmerintahan dalam negri Ngayogyakarto Hadiningrat mulai saat ini berada ditangan kami dan kekuasan-kekuasan lainnya  kami pegang selurhnya.
3.bahwa perhungan antara Negeri ngayogyakarto hadiningrat dengan pemerintah pusat n\Negara Republik Indonesia bersifat langsung dan kamo bertanggung jawab atas negeri kami langsung kepada presiden Republik Indonesia.
Kami memerintahkan supaya segenap penduduk dalam Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat  mengindahkan amanat kami ini.
Ngayogyakrto Hadiningrat,28 Puasa,Ehe,1876
(5 September 1945)
           ·  Misi Sekutu Yang Pertama
Tujuh perwira Inggris di bawah pimpinan Mayor A.G. Greenhalgh pada tanggal 8 September 1945 telah diterjunkan dengan payung  dilapangan terbang Kemayoran,Jakarta. Mereka adalah anggota misi Sekutu (Allied Mission ) yang dikirm oleh Soutj East Asia Command(SEAC) dari singapura ,untuk mempelajari dan melaporkan keadaan di indonesia , menjelang pendaratan rombongan Sekutu yang direncanakan seminggu kemudian dengan kapal Inggris Cumberland. Para pewira sekutu menginjakkan daerah Republik Indonesia. Mayor Greenhalgh segera mengadakan hubungan dengan pimpinan tentara Jepang dijakarta  Jenderal Yamaguchi.
Pada tanggal 16 September laksamana muda W.R. Patterson,wakil panglima SEAC Lord Louis Mountbatten disingapora, mendarat ditanjung Priok dengan kapal Cumberland.Dalam rombongan ini turut membonceng C.H.O. Van der  plas ,mewakili Dr.H.J. Van Mook,Kepala Netherland Indies Civil Administration (NICA).
Dr.van Mook sendiri yang kemudian diangkat sebagai wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda datang di Indonesia pada bulan Oktober 1945.
Pada tanggal 24 Agustus 1945,antara pemerintah kerajaan Inggris dan kerajaan belanda  tercapai suatu persetujuan yang terkenal dengan nama”Civil Affairs Agreement”.Dalam persetujuan ini disebutkan bahwa panglima tentara penduduk an Inggris di Indonesia akan memegang kekuasaan atas nama pemerintah Belanda .Dalam melaksanakan hal-hal yang berkenaan dengan pemerintah sipil ,pelaksanakannya diselengarakan okeh NICA dibawah tanggung  jawab komando Inggris.Kekuasan itu kemudian akan dikembalikan kepada kerajaan Belanda.
·         Pengumuman Panglima Bala Tentara Kerajaan Jepang Di Jawa
Sebelum tentara sekutu yang diboncengi NICA untuk pertama kalinya mendarat  pada akhir bulan September 1945,yang dihadapi oleh BKR dan badan-badan  perjuangan lainnya adalah tentara jepang. Dengan menyerahnya Jepang kepada  sekutu pada tanggal 14 agustus 1945,bala tentara Jepang diIndonesia kehilangan semangat .Mereka tidak bernafsu untuk merintamgi gerakan dan usaha-usaha kemardekaan Indonesia.Pada umumnya mereka berusaha untuk menyelamatkan diri dari dendam rakyat Indonesia dengan  jalan mengkonsinyasikan diri dalam asrama masing-masing dan hanya membela diri apabila diserang oleh rakyat Indonesia yang berusaha merampas senjata mereka,
Usaha-usaha yang pada awal nya bersifat perorangan untuk merebut senjata tentara Jepang kemudian meningkat menjadi gerakan massa yang teratur untuk melucuti kesatuan – kesatuan tentara jepang  setempat.
Kemudian gerakan itu lebih meningkat lagi dengan pengambilalihan kekuasaan sipil dan militer berserta alat-alat perlengkapannya ,yang diikuti dengan gerakan menaikan sang merah putih. Di banyumas kesatuan –kesatuan peta dibawah pimpinan Daidanco soedirman pada bulan September berhasil  melucuti seluruh tentara Jepang di daerah tersebut tanpa pertenpuran .Akan tetapi di daerah – daerah lain ,dengan meningkatnya aksi-aksi melucuti dan  merebut senjata Jepang ,pihak  jepang mulai mengadakan perlawanan . Pihak sekutu memang telah memerintahkan jepang agar tetapi bertanggung jawab atas bekas jajahan nya untuk diserahkan secara utuh dan lengkap kepada sekutu .
Pada tangagal 10 september 1945 panglima Balatentara  jepang dijawa mengeluarkan  pengumuman , yang menyatakan bahwa pemerintahan akan diserahkan kepada sekutu dan tidak kepada Indonesia.
Hubungan antara pimpinan tentara Jepang dengan pemerintah Republik dan rakyat  Indonesia makin tegang . peertempuran –pertempuran makin menghebat dan meluas antara para pejuang Republik dan pasukan –pasukan  jepang.
Baru  setelah melalui pertempuran sengit pada tanggal 2 Oktober , Markas besar  tentara jepang disurabaya menyerah kepada  rakyat . kemudian disusul oleh tentara Jepang di Yogyakarta pada tanggal 7 Oktober 1945. hal yang sama terjadi pula dikota-kota lainnya.
·  Palang Merah Indonesia
Untuk segera menanggulangi aspek-aspek kemanusian  dalam perjuangan membela kemerdekaan ,Khususnya para korban pertempuaran ,dibentuklah palang merah Indonesia (PMI).
Usaha –usaha untuk membentuk PMI dimulai sejak tanggal 3 September 1945.pada waktu itu presiden Soekarno memrintahkan Menteri Kesehatan ,Dr.Boentaran Martoatmadjo,yang selanjutnya yang  selanjutnya menunjuk lima orang di bawah pimpinan Prof .Dr.R.Mochtar untuk membentuk PMI.sebagai hasilnya ,pada tanggal 17 September 1945 terbentuk pengurus besar pleno PMI yang diketuai oleh Mohammad Hatta dan sebagai ketua  pengurus besar Harian ditunjuk Dr.Boentaran Martoatmodjo.
Tidak terkira besarnya  jasa  Palang Merah Indonesia didalam    massa perjuangan membela dan mempertahankan Kemerdekaan . pertempuaran –pertempuaran melawan musuh  yang persenjataannya jauh lebih kuat  dan  modern telah mengakibatkan banyak korban yang jatuh . berkat  Palang Merah Indonesia banyak korban yang dapat diselamatkan dan sebagian dari mereka dapat kembali ke medan pertempuaran . juga rakyat yang menjadi korban pertempuran dan serangan – serangan membabi buta dari tentara jepang ,inggris ,dan belanda telah sedikit dikurangi penderitaannya berkat pertolongan  para anggota  PMI. Didalam usahanya untuk memperoleh obat-oabatan dan peralatan  kesehatan lainnya , serta untuk memperoleh  simpati dunia pada umumnya , PMI telah mengadakan hunbangan dengan maksud memperoleh bantuan dari Palang merah internasional dan palang merah di berbagai Negara .
           · Rapat Raksasa Dilapangan Ikada
Dijakarta ,pada tanggal 19 september 1945 diselengarakan rapat  raksasa dilapangan ikada untuk menyambut proklamasi kemerdekaan.
Rakyat membanjiri lapangan rapat ,sekalipun bala tentara jepang melakukan penjagaan keras. Sebelumnya pimpinan tentara jepang telah melarang penyelengaraan tersebut.
           · Insiden Bendera Di Surabaya
Pada hari yang sama ,yaitu 19 september 1945,di Surabaya terjadi suatu peristiwa yang kemudian terkenal sebagai “Insiden Bendera”.  Insiden berpangkal pada tindakan beberapa orang belanda yang mengibarkan bendera merah putih biru pada tiang hotel Yamato,Tunjungan.
Tindakan tersebut menimbulkan amarah rakyat yang kemudian menyerbu hotel itu menurunkan bendera tersebut , merobek bagian yang berwarna biru ,dan mengibarkan sebagai bendera merah putih.
           · Pendaratan Tentara Sekutu (AFNEI)
Kekuatan asing berikutnya yang harus  dihadapi oleh Republik Indonesia adalah pasukan –pasukan sekutu, yang ditugaskan untuk menduduki wilayah Indonesia melucuti tentara jepang. Yang melaksanakan tugas ini adalah Komando Asia Tenggara(South East Asia Commando)di bawah pimpinan laksama Lord Louis Mountbatten. Untuk melaksanakan tugas itu,mountbatten membentuk suatu komando khusus yang diberi nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) dibawah Letnan Jenderal sir Philip christison. Tugas AFNEI Indonesia adalah:
1.menerima penyerahan kekuasaan dari tangan jepang;
2.membebaskan para tawanan perang dan interniran sekutu;
3.melucuti dan mengumpulkan orang jepang untuk kemudian dipulangkan;
4.menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada pemerintah sipil; dan
5.Menghimpun keterangan tentang dan menuntut penjahat perang.
Pasukan –pasukan sekutu dan AFNEImulai mendarat dijakarta pada tanggal 39 september 1945.kekuatanya terdiri atas tiga divisi,yaitu:
1.23rd Indian Division,dibawah pimpinan Mayor Jenderal D.C Hawthorn (untuk daerah jawabarat);
2. 5th Indian Division, di bawah pimpinan Mayor Jenderal E.C.Mansergh(untuk daerah jawa timur); dan
3. 26th Indian Division,dibawah pimpinan Mayor Jenderal H.M.Chambers (untuk daerah Sumatra).
 Pasukan – pasukan yang tergabung dalam AFNEI hanya bertugas di Sumatra dan jawa, sedangkan pendudukan daerah Indonesia selebihnya diserahkan kepada angkatan perang Australia. Kedatangan sekutu semula disambut dengan sikap terbuka oleh pihak Indonesia. Akan tetapi setelah diketahui bahwa pasukan sekutu datang membawa orang-orrang NICA yang hendak menegakkan kembali kekuasan colonial hindia belanda,sikap Indonesia berubah curiga dan kemudian bermusuhan. Situasi dengan cepat menjadi Buruk setelah NICA dan KNIL dijakarta,surabay,dan Bandung mulai memancing kerusuhan dengan cara mengadakan provokasi.
Sementara itu, Christison menyadari bahwa usah pasukan –pasukan sekutu tidak akan berhasil tanpa bantuan pemerintah republic Indonesia. Karenanya, christison bersedia berunding dengan pemerintah RI  dan pada tanggal 1 Oktober 1945 mengeluarkan pernyataan yang pada hakikatnya mengakui de facto Negara Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut lengkapnya berbunyi demikian :
The NRI Goventment will not be expelled and will be expected to continue civil administration in the area outside those occupied by british forces. We intend to see the leaders of various  movements and shall tell them what they are coming for. I intend to bring dutch representatives and Indonesian leaders together at a roundtable conferencewhich the dutch have steadfastly refused to do hitherto.
Sejak adanyan pengakuan de facto   terhadap pemerintah republic Indonesia dari panglima AFNEI itu,masuknya pasukan sekutu de facto diterima 
           · Konferensi Denpasar “Berdirinya Negara Indonesia Timur
Sebagai kelanjutan dari konvensi Malino, dari tanggal 18 sampai tanggal 24 Desembr 1946 di Denpasar Bali, Belanda menyelenggarakan konferensi yang di kenal dengan nama “konferensi Denpasar”
Dalam konerensi itu, Belanda berhasil memaksa terwujudnya Negara Indonesia Timur (NIT). Sebagai Presiden NIT dipilih Sukawati. Gagasan Dr van Mook untuk memecah belah negara Indonesia akhirnya menjadi kenyataan.
          · Proklamasi “Nagara Pasundanan” (Soeria Kertalegawa)
Dalam rangka upaya Dr vann mook memecah belah Republik Indonesia,  Soeria Kertalegawa, Ketua partai Rakyat Pasundan pada tanggal 4 mei 1947 di alun-alun Bandung memproklamasikan “Negara Pasundan” dengan Soeria Kertalegawa sebagai kepala negara
Negara Pasundan yang “diproklamasikan” oleh Soeria Kertalegawa ini dalam kenyataanya belum terbentuk. Negara Boneka di Jawa Barat itu baru benar-benar terbentuk setelah Belanda melancarkan agresi militernya dan kesatuan-kesatuan Siliwangi harus hijrah ke Jawa Tengah.
Didalam pembahasan diatas masih sedikit cerita tentang 30 tahun Indonesia Merdeka , namun berikut ini rangkaian sejarahnya :
·         Pembentukan Tentara Keamanan Rakyat
·         Pertempuran lima hari di semarang
·         Maklumat wakil presiden ke X
·         Pertemuan pertama presiden soekarno dengan pimpinan tentata sekutu
·         Maklumat pemerintah tantang pembentukan partai politik
·         Pertempuran surabaya
·         Pembentukan kabinet republik indonesia (Kabinet Sjahrir)
·         Pertemuan pertama antara republik indonesia,belanda dan sekutu
·         Berdirinya akademi militer tanggerang
·         Pertempuran ambarawa
·         Pertempuran “medan area”
·         Pengangkatan Panglima besar TKR
·         Kerawang Bekasi
·         Presiden dan wakil presiden pindah ke yogja
·         Konggres wartawan di solo
·         Permulaan perundingan Indonesia-Belanda
·         Konggres wanira indonesia
·         Balai perguruan tinggi gadjah mada
·         Bandung lautan api
·         Tentara republik indonesia angkatan udara (tri-au)
·         Pengangkatan tawanan perang sekutu (APWI) pertama
·         Penyerahan tawanan jeang kepada tentara sekutu
·         Lahirnya kepolisian negara
·         Peristiwa 3 juli (usaha mengubah sususan pemerintahan
·         Perundingan linggar jati
·         Dewan kelaskaran pusat dan seberang
·         Petempuran margarana
·         Peristiwa wasterling di makasar

0 komentar: