Realisme merupakan salah satu pendekatan
dalam study hubungan internasional dimana asumsi dasar dari kaum realisme
adalah bahwa manusia itu jahat dan di dalam hubungan internasional pada
dasarnya sangatlah konfliktual dan akhirnya dapat menimbulkan perang. Karena
kemungkinan perang inilah realis mengatakan bahwa negara harus memiliki great
power untuk pertahanan dan keamanan nasionalnya. Pada dasarnya realisme
mengutamakan kebijakan luar negeri, kekuatan militer yang besar dan penekanan
pada nasionalisme. Aktor utama dalam realisme adalah negara, karena inilah
realisme bersifat state sentric. Setiap negara mempunyai kepentingan nasional
yang dipenuhinya, disinilah untuk memenuhi kepentingan nasionalnya, negara
harus mempunyai kekuatan yang besar. Kaum realis mengatakan bahwa manusia dan
negara selalu ingin menguasai dan ingin meningkatkan kekuasaannya, dimana
negara akan bertindak cost-benefit dan tidak akan ada negara yang bersedia
berkorban demi negara lain. Karena itulah untuk mencegah perang perlu
diciptakan balance of power yang digunakan untuk menakut-nakuti negara agar
tidak menyerang negara lain karena kekuatannya seimbang. Realis telah berasumsi
bahwa pada dasarnya manusia adalah jahat sehingga disini sangat minim sekali
untuk terjadinya kerja sama (cooperation). Meskipun dimungkinkan terjadi
kerjaama, sebenarnya kerjasama itu bukanlah murni sebuah kerjasama akan tetapi
kerjasama itu terjadi karena adanya kepentingan nasional dari masing-masing
negara. Apabila negara tersebut mempunyai great power maka negara itulah yang
akan lebih mempunyai kekuasaan dan dapat memenuhi national interestnya. Karena
inilah realis mengatakan bahwa negara-negara tersebut mengejar power hanya demi
keuntungan. Pada realisme terdapat tiga kesepahaman yang disebut dengan Triple
S yaitu Statism, Survival, dan Self-help.
Statism adalah suatu focus dari realisme
dimana terdapat dua klaim yang dinamis dalam kestatisan hubungan antar bangsa.
Secara teori dalam dunia politik, negara sebagai actor utama yang mana actor
lain tidak memiliki signifikansi yang sama dengan state dan kedaulatan negara
sebagai komunitas politik mandiri. Intinya dalam statism ini negara menjadi
actor utama yang paling dominan dalam dunia internasional dan proses dalam
hubungan internasional. Sedangkan pengertian dari survival yaitu dala realisme,
tujuan pengorganisasian negara adalah keteraturan dalam mempertahankan
kehidupan masyarakat. Jadi dapat dikatakan bahwa survival adalah hal yang
hakiki dalam dunia internasional dan dalam proses hubungan internasionl, dimana
setiap negara harus dapat bertahan ditengah arus dunia internasional sekarang
ini. Untuk pengertian Self-help yaitu bagi realis tidak ada satu negarapun yang
berani menjamin keamanan dan eksistensinya secara structural baik dibidang
domestic maupun internasional, dengan kata lain dalam hal ini tidak ada teman
dan musuh yang abadi yang ada hanyalah kepentingan nasional yang sejati. Jadi
apapun yang didapat noleh negara disini adalah hasil jerih payah mereka
sendiri. Inti dari Self-help adalah bahwa satu-satunya actor yang berperan
dalam dunia internasional adalah negara, dimana perspektif terhadap dunia
bersifat anarkis yang menganggap perang dan damai adalah fenomena dunia yang
wajar. Yang berangkat dari individu yang membentuk negara dengan kekuatan
balance of power yang berfungsi sebagai penyeimbang keadaan dunia internasional
yang mana pemusatan pada kekuasaan dan proses politik internasionalnya untuk
mewujudkan kepentingan nasional negaranya.
Globalisasi merupakan bentuk riil dari
kegiatan suatu negara dalam upaya untuk memperluas kekuasaannya. Fenomena
globalisasi ini dapat diartikan bagaimana kerasnya dunia internasional yang
membuat negara harus melakukan suatu tindakan yang dapat digunakan untuk
mencapai kepentingan nasionalnya. Jadi dalam realisme, globalisasi ini dapat
diartikan sebagai proses pembawaan nilai tertentu dari negara asal untuk
dipahami atau diaplikasikan ke negara lain melaluli kekuasaannya dan ini akan
dikatakan berhasil apabila nilai tersebut telah berkuasa di negara yang dituju.
orcid.org/0000-0002-9313-5267





0 komentar:
Post a Comment