Secara psikologis ternyata manusia memerlukan tokoh teladan dalam hidupnya, ini merupakan sifat pembawaan manusia. Peneladanan ini ada dua macam yaitu sencara segaja dan tidak sengaja. Keteladanan secara sengaja dilakukan secara formal seperti memberikan contoh untuk melalukan sholat yang benar dan sebagainya, sedangkan keteladanan secara tidak sengaja dilakukan secara nonformal seperti sifat ikhlas. Tapi keteladanan yang dilakukan secara tidak formal kadang-kadang berpengaruh lebih besar dari pada keteladanan secara formal.
Konsep keteladanan ini sudah diberikan dengan cara Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menjadi panutan yang baik bagi ummat islam sepanjag sejarah dan bagi manusia sepanjang masa. Untuk itu para orang tua harus lebih memahami tentang keteladanan ini, agar anak-anaknya memiliki akhlakul karimah. Seperti yang dikemukan dalam :
“ Sungguh pada diri Rasulullah SAW terdapat tauladan yang baik bagi kalian, yakni bagi siapa saja yang mengharapkan ( perjumpaan dengan ) Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah”. ( QS Al Ahzab : 21 )
Ada pepatah mengatakan “Hati - hatilah , jangan sampai lidahmu yang menebas lehermu sendiri ” . Menyadari atau tidak bahwa Lidah adalah karunia yang telah diberikan oleh Allah Yang Maha Pengasih.akan tetapi manusia tidak menyadari akan hal tersebut. Sering kita jumpai di dalam pergaulan masyarakat,bahwa manusia sering mengeluarkan kata-kata ejekan dan saling berlok-olok,membuka aib sesama manusia,mengucapkan janji palsu,berkata bohong,dan sebagainya. Perlu kita sadari bahwa hal tersebut adalah termasuk hal tercela dan tidak terpuji dan Allah tidak menyukai hal – hal tersebut.
Kebanyakan manusia, ketika berbicara ataupun diam, ia menyimpang dengan dua jenis bencana lidah sebagaimana di atas. Sedangkan orang yang beruntung, yaitu orang yang menahan lidahnya dari kebatilan dan menggunakannya untuk perkara bermanfaat.
Bencana lidah termasuk bagian dari bencana-bencana yang berbahaya bagi manusia. Bencana lidah itu bisa mengenai pribadi, masyarakat. Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ
Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat, ia tidak menganggapnya berbahaya; dengan sebab satu kalimat itu ia terjungkal selama 70 tahun di dalam neraka.
Semoga kita semua bisa menjadi teladan yang baik serta dapat menjaga lisan.
orcid.org/0000-0002-9313-5267






0 komentar:
Post a Comment