Sunday, 24 February 2019

Kiat Mengendalikan Marah



Salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia adalah marah. Dengan cara ini, setan bisa dengan sangat mudah mengendalikan manusia. Karena marah, orang bisa dengan mudah mengucapkan kalimat kekafiran, menggugat takdir, berbicara jorok, mencaci habis, bahkan sampai kalimat carai yang membubarkan rumah tangganya ataupun persahabatan.
Sebenarnya, apa itu marah ? Pengertian Marah merupakan suatu perasaan atau gejolak jiwa yang muncul di dalam diri seseorang sebagai akibat dari adanya rangsangan, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Marah  sangat berhubungan dengan kondisi psikologis dan suasana hati seseorang yang dinyatakan dalam bentuk perilaku tertentu

Menyadari hal ini, islam sangat menekankan kepada umat manusia untuk berhati-hati ketika marah . Banyak motivasi yang diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar manusia tidak mudah terpancing emosi. Diantaranya, beliau menjanjikan sabdanya:
لا تغضب ولك الجنة
Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)
Allahu akbar, jaminan yang luar biasa. Surga..dihiasi dengan berbagai kenikmatan, bagi mereka yang mampu menahan amarah. Semoga ini bisa memotivasi kita untuk tidak mudah terpancing emosi.
Bagaimana Cara Mengendalikan Diri Ketika Sedang Marah?
Agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa yang lebih besar, ada beberapa cara mengendalikan marah yang diajarkan dalam Al-Quran dan Sunah. Semoga bisa menjadi obat mujarab bagi kita ketika sedang marah.
  1. Membaca Ta’awudz
  2. Menjaga Lisan dengan Diam
  3. Merubah Posisi
  4. Mengingat Keutamaan Menjaga Emosi
  5. Mengingat Akibat dari Emosi
  6. Berwudhu
  7. Mandi
  8. Membaca Istighfar
  9. Berdzikir
  10. Membaca Al Qur’an
  11. Shalat Sunnah
  12. Berpuasa Sunnah
  13. Introspeksi Diri atau Tafakur
  14. Berpikir Positif
  15. Memaafkan
Berteriak, memaki, menangis, menjerit, bahkan menghancurkan benda yang ada di sekitar, sering kali dipilih sebagai bentuk luapan emosi yang sudah tidak dapat terbendung. Namun alangkah baiknya memikirkan matang-matang konsekuensi apa yang akan diterima.

0 komentar: