Ini merupakan salah satu plesetan
dari Pancasila menuju Pancagila.
Logo yang berada di tengah burung
garuda juga diganti menjadi gambar uang di tengah-tengahnya. Sedangkan dibagian
bawah tidak tertulisa 5 Sila seperti yang ada di sila Pancasila melainkan dirubah
dengan tulisan sebagai berikut:
PANCAGILA
Keuangan Yang Maha Kuasa
Korupsi yang adil dan merata
Persatuan Mafia hukum Indonesia
Kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu
kebejatan dalam persekongkolan dan kepura-puraan.
Kenyamanan Sosial bagi seluruh
keluarga pejabat dan wakil rakyat.
Dari tulisan PANCAGILA tersebut, si
pembuat tulisan tersebut diatas seolah ingin menggambarkan kondisi negara kita
saat ini.
Jika kita memahami dari 1 sampai 5
Pancagila tersebut diatas memang seolah pas dan cocok dengan kondisi sekarang.
Pancagila yang pertama, 1. Keuangan
yang Maha Kuasa, menggambarkan bahwa Uang di negeri ini seolah memang berkuasa
atas segalanya. Dari polisi, jaksa, hakim, dan yang lainya sudah pernah terkena
kasus korupsi. Bukankah ujung dari korupsi karena uang yang berkuasa?
Pancagila yang kedua, 2. Korupsi
yang adil dan merata, hal ini seolah menggambarkan bahwa korupsi di Indonesia
memang sudah merata dan pembagianya juga cukup adil oleh para pelaku korupsi.
Pancagila yang ketiga, 3. Persatuan
Mafia hukum Indonesia, Menggambarkan bahwa para pelaku mafia hukum di Indonesia
benar-benar sudah bersatu tekad dan satu perjuangan yang itu melakukan korupsi
yang se-aman-amanya. Mereka sadar bahwa tanpa bersatu, korupsi mereka akan
mudah dibongkar.
Pancagila yang Keempat, 4.
Kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu kebejatan dalam persekongkolan dan
kepura-puraan. Ini menggambarkan bahwa kepemimpinan di Indonesia lebih
mendahulukan nafsu dan kebejatan dalam melakukan persekongkolan dan
kepura-puraan. Ini menunjukan kadang kita dipertontonkan pada awalnya seolah
saling berbeda pendapat, tapi begitu dilakukan lobi-lobi politik seolah semua
langsung damai.
Pancagila yang Kelima, 5.
Kenyamanan Sosial bagi seluruh keluarga pejabat dan wakil rakyat. Kalau yang
ini sudah sangat jelas terlihat bahwa kenyamanan sosial di negeri ini paling
banyak dinikmati oleh keluarga-keluarga pejabat dan para wakil rakyat,
sedangkan rakyat biasa tetap saja masih banyak yang miskin dan menderita.
Terlepas dari orang yang membuat
plesetan Pancagila ini dinilai merupakan penghinaan atau tidak, satu yang pasti
harus dilakukan pejabat atau pihak yang merasa tersinggung atas plesetan ini,
koreksi dirilah dari kondisi yang terjadi di negeri ini karena faktanya gambaran
tersebut ada di negeri ini.
Tidak perlu menanggapi dengan
emosi, tapi koreksi dirilah untuk memperbaiki diri untuk kemajuan negeri
bernama NKRI.
Referensi :
http://aribicara.blogdetik.com/
orcid.org/0000-0002-9313-5267






0 komentar:
Post a Comment